Di Sukoharjo 30% tanah tak bersertipikat ?

Kepala Badan Pertanahan Nasional [BPN] Suoharjo, Santoso, melalui Kasubag Tata Usaha BPN Sukoharjo, Sepyo Ahnanto, mengatakan bidang tanah yang belum memiliki sertipikat tersebut mayoritas berada diluar kawasan perkotaan. Diantaranya Kecamatan Weru, Kecamatan Tawangsari dan Kecamatan Bulu.

Sekitar 30% dari 466,66 kilometer persegi [km2] total luasan tanah di Kabupaten Sukoharjo belum memiliki sertipikat

“Untuk daerah-daerah yang perkotaan, seperti Kartasura, Grogol dan Sukoharjo Kota sebagian besar sudah disertipikatkan. Seperti tanah di Kartasura, hampir semua sudah memiliki sertipikat,” ungkap Sepyo saat dijumpai Espos dikantor BPN Sukoharjo.

Status kepemilikan tanah tak bersertipikat tersebut sebagian merupakan hak milik perseorangan. Namum beberapa bidang tanah itu di antaranya juga milik pemerintah daerah serta instansi-instansi vertikal. Untuk menekan luasan lahan yang tak bersertipikat tersebut, imbuh Sepyo, BPN mengandalkan pendaftaran sertipikat tanah secara rutin di masyarakat.

Menurut Sepyo, Pengajuan sertipikat tanah dari masyarakat mencapai kurang lebih 150 bidang per bulan. Di sisi lain Program Nasional [Prona] dan Program Daerah [Proda] untuk sertipikat tanah yang kurang mampu ikut mengurai luasan tanah tak bersertipikat.

“Pada tahun 2009 sempat tidak ada Prona, Pada 2011 ini akan ada Prona lagi, Alokasi Prona untuk Sukoharjo pada tahun ini mencapai 3.400 bidang tanah. Mengenai besaran anggarannya, kami masih menunggu dari provinsi,” jelas Sepyo.

Begitulah sekiranya yang saya baca di koran harian Solopos.

-=Source=-